u3-Foto-dari-😍-6
GELORA (Gerakan Literasi Olah Rasa dan Nalar)

GELORA SMP Negeri 29 Batam: Gerakan Literasi yang Menyalakan Semangat Membaca, Berkarya, dan Berkarakter

Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut peserta didik memiliki kemampuan literasi, berpikir kritis, kreatif, serta karakter yang kuat. Tidak cukup hanya mampu membaca, generasi saat ini juga perlu memiliki kemampuan memahami informasi, menyampaikan gagasan, menggunakan teknologi secara bijak, dan peduli terhadap lingkungan.

Menjawab tantangan tersebut, SMP Negeri 29 Batam menghadirkan inovasi GELORA (Gerakan Literasi Olah Rasa dan Nalar) sebagai program penguatan budaya literasi yang mengintegrasikan kemampuan berpikir, kreativitas, karakter, dan kepedulian sosial.

Perkembangan informasi digital memberikan kemudahan akses pengetahuan, namun juga menghadirkan tantangan dalam memilih dan menggunakan informasi secara tepat. Oleh karena itu, sekolah perlu menghadirkan kegiatan yang mampu membentuk peserta didik menjadi pribadi yang literat, kritis, dan bertanggung jawab.

Melalui GELORA, peserta didik dilatih untuk mengembangkan olah nalar melalui kegiatan membaca, berdiskusi, berpikir kritis, dan menghasilkan karya. Sementara olah rasa dibangun melalui penguatan karakter, kepedulian, kerja sama, dan kecintaan terhadap lingkungan.

Menurut Kepala Satuan Pendidikan SMP Negeri 29 Batam, Idha Lestari, S.TP, GELORA merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menciptakan budaya belajar yang positif.

“GELORA memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta pemanfaatan teknologi secara bijak,” ujarnya.

Program GELORA bertujuan untuk:

  • Meningkatkan budaya membaca dan literasi peserta didik.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif.
  • Meningkatkan literasi digital serta penggunaan teknologi secara bijak.
  • Membentuk karakter peserta didik yang percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab.
  • Menciptakan lingkungan sekolah yang inovatif dan mendukung pembelajaran abad ke-21.

GELORA dilaksanakan melalui berbagai kegiatan inovatif, di antaranya:

  • Pembiasaan membaca buku pelajaran 15 menit sebelum pembelajaran dimulai
  • Pengembangan kelas bertema seperti kependudukan, kesehatan, lingkungan, pangan, anti korupsi, 7KAIH, Rukun sama teman dan lalu lintas.
  • Refleksi dan presentasi artikel dari koran maupun media elektronik.
  • Edukasi bijak bermedia sosial.
  • Pembuatan karya kreatif melalui Google Sites.
  • Barcode tanaman sebagai media pembelajaran berbasis teknologi.
  • Diskusi isu lingkungan bersama mitra sekolah.

Program GELORA memberikan dampak positif bagi peserta didik. Siswa menjadi lebih terbiasa membaca, berani menyampaikan pendapat, mampu bekerja sama, serta lebih kreatif dalam menghasilkan karya. Selain meningkatkan literasi, GELORA juga membangun kesadaran peserta didik dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan menjaga lingkungan sekolah.

Salah satu peserta didik menyampaikan, “GELORA membuat pembelajaran lebih menarik. Kami tidak hanya membaca, tetapi juga berdiskusi, membuat karya, dan belajar menyampaikan pendapat dengan percaya diri.”

Melalui GELORA, SMP Negeri 29 Batam terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Program ini menjadi langkah nyata sekolah dalam membentuk generasi yang literat, kreatif, kritis, peduli, dan berkarakter.

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait